Senin, 20 April 2015

Urban Legends - Pencuri Ginjal



Sebuah legenda urban (urban legend) tentang seorang pria yang sedang berlibur dan menghabiskan waktu dengan minuman keras di beberapa bar. Disebuah bar, ia bertemu dengan seorang gadis yang akan menjadi sebuah akar masalah yang mengerikan baginya. Cerita ini akan membuat kalian berpikir dua kali untuk berurusan dengan orang asing.


 Ada seorang pemuda yang akan masuk ke sebuah universitas. Dia pergi ke Las Vegas dengan teman-temannya untuk liburan musim semi. Mereka semua menikmati liburannya, pergi ke setiap bar disana dan meminum minuman keras. Mereka berhenti di salah satu bar di mana satu band terkenal sedang bermain musik dan segera setelah mereka memasuki bar tersebut, mereka semua tertawa, bernyanyi dan berteriak dengan keras. 

Pemuda itu baru saja selesai minum ketika seorang wanita muda yang cantik datang kepadanya dan mulai mengobrol. Dia terkejut dan terpesona pada saat yang sama. Wanita itu tampaknya benar-benar tertarik padanya, jadi ketika ia mengundangnya untuk menemaninya ke sebuah pesta lain, ia langsung setuju.


Meninggalkan teman-temannya di bar, pemuda mengikutinya ke sebuah apartemen di pinggiran kota. Ketika mereka masuk ke dalam, sudah ada pesta yang meriah. Mereka terus minum dan menarik.
Setelah pemuda itu cukup mabuk, kemudian gadis itu mulai membongkar-bongkar isi tasnya dan mengeluarkan sebuah kantong kecil. Di dalamnya, ada dua buah pil. Dia mengambil salah satu pil dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Kemudian, sambil tersenyum, dia menawarkan yang satunya lagi kepadanya.


Meskipun pemuda itu tidak pernah memakai narkoba, ia memutuskan untuk mencobanya, sekali ini saja. Dia mengucapkan terima kasih, mengambil pil dan menelannya. Dan kemudian, itu adalah hal terakhir yang ia ingat.


Keesokan paginya, ia terbangun di sebuah kamar hotel yang asing. Melihat sekeliling, dia menyadari bahwa dia sedang berbaring, telanjang bulat, dan terendam sampai ke leher di bak mandi yang penuh dengan es. Grogi dan bingung, ia panik dan mencoba mengingat bagaimana ia berakhir di sana. Dia bingung, takut, dan dalam banyak rasa sakit.


Saat itulah ia melihat catatan kusut di tangannya. Bunyinya: "Jika kamu tidak ingin mati, cepat telepon 911."


Ada ponsel di sebuah meja kecil, di samping bak mandi. Dia mengambilnya dan menekan beberapa nomor, jari-jarinya kaku dan gemetar karena dinginnya es.


Ketika operator layanan darurat menjawab, pemuda itu menjelaskan bahwa dia tidak tahu di mana dia, atau bagaimana dia sampai di sana, yang ia bisa rasakan hanya rasa sakit. Ketika ia menyebutkan bahwa ia berada di sebuah bak mandi yang penuh dengan es dan catatan yang menyuruhnya menelepon 911, operator terdengar sangat akrab dengan situasi itu.


Dia berkata, "Pak, lakukan semua hal yang saya katakan. Perlahan dan hati-hati keluar dari kamar mandi dan periksa diri anda sendiri di cermin. "


Pria itu meraih rak handuk dan menarik dirinya keluar dari es.


Memandang ke cermin, ia melihat bahwa ada dua buah sayatan kecil sepanjang sembilan inci di punggung bawahnya.


Ketika ia menggambarkan tentang sayatan itu kepada sang operator, operator tersebut berkata, "Aku ingin kau kembali ke dalam bak mandi, Pak. Paramedis sedang dalam perjalanan. Jangan bergerak sampai mereka tiba. "


"Apa yang terjadi padaku?" Tanya pemuda itu gugup.


"Aku tidak ingin kau panik," kata operator. "Tapi tadi malam kau sudah dibius. Seseorang mengambil kedua ginjalmu. Ada sebuah isu bahwa pencuri organ sedang beroperasi di kota ini. Mereka mengambil ginjal korban dan menjualnya di pasar gelap."


Sampai saat ini pemuda itu berada di rumah sakit dengan mesin pembantu agar tetap hidup, menunggu seseorang yang dapat mendonorkan ginjalnya kepada dirinya.
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar:

Silahkan sampaikan saran, kritik dan komentar anda terhadap postingan dan blog ini. Satu kata anda sangat berarti bagi kemajuan blog ini