Selasa, 26 Mei 2015

Cerita Horor - Forgetting Something?

Apakah Anda pernah merasa bahwa Anda telah melupakan sesuatu? Anda merasa Anda meninggalkan sesuatu, tetapi Anda tidak dapat mengingat apakah itu? Cerita horor ini memiliki situasi yang sama. Seorang pria yang baru saja pulang dari kantornya berpikir bahwa ia melupakan sesuatu, tetapi ia tidak ingat apakah itu. Ketika ia kembali ke kantornya untuk memeriksanya. Ia terkejut dengan apa yang ia temukan.

Waktu itu sekitar pukul enam sore, ketika aku meninggalkan kantor dan berjalan menuju ke halte bus. Saat aku berdiri di sana, menunggu bus tiba, aku merasa gelisah. Aku merasa seolah-olah aku telah meninggalkan sesuatu yang penting, tapi aku tidak bisa mengingat apa itu.


Mungkin itu hanya pikiranku saja, aku mencoba untuk meyakinkan diri, tapi ada sesuatu yang menggangguku. Aku merasa seperti harus kembali ke kantorku untuk memeriksanya, tapi aku terlalu lelah. Aku ingin cepat pulang.


Ketika bus datang, aku masuk ke dalam bus dan bergabung dengan penumpang lain. Seperti biasa, semua kursi telah penuh dengan penumpang. Terpaksa aku menggunakan pegangan dan bus pun mulai melaju pelan. Aku menyenggol orang di belakang ku dan berkata, "Oh, maafkan aku" tapi dia tidak menanggapinya.


Semakin lama, aku merasa bahwa aku telah meninggalkan sesuatu yang sangat penting di kantor. Semakin jauh bus membawaku dari kantor, aku menjadi lebih yakin akan hal itu. Aku berpikir keras akan hal itu.


Aku berpikir tentang bos menyeramkan yang menatapku sepanjang hari. Aku berpikir tentang sekretaris yang bergosip tentang bagaimana dia tidak menyukaiku. Aku berpikir tentang surat-surat penting yang belum aku kirimkan melalui email. Apakah aku melupakan itu semua? Tentu saja tidak. Aku berpikir tentang pertemuan yang harus aku jadwalkan. Bukankah aku telah membuat jadwalnya? Aku yakin sudah mengerjakan itu semua.


Aku memutar otak mengenai apa yang telah aku lupakan. Aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku akan merasa lebih baik ketika aku sampai di rumah, perasaan gelisah ini dengan sendirinya akan meninggalkanku.


Aku turun dari bus dan berhenti ditempat biasa aku turun, tapi ketika aku berjalan di jalan yang mengarah ke rumahku, aku akhirnya menyerah.


Tidak ada gunanya, pikirku. Perasaan ini akan menggangguku sepanjang malam. Aku harus kembali ke kantor dan melihat apa yang aku lupakan itu.


Dengan perasaan lelah, aku berjalan kembali ke halte bus, kembali ke kantor. Aku melakukan ini hanya agar pikiranku tenang.


Saat aku turun dari bus, aku melihat ja
m sudah menunjukan pukul tujuh. Aku berjalan cepat di sisi jalan ke kantor dan memutar kunci pintu.

Dengan cepat, aku berlari menaiki tangga. Ketika aku membuka pintu kantor, aku membatu ditempat. Apa yang ku lihat benar-benar membuatku ngeri, aku menyadari apa yang aku tinggalkan di kantor saat ini ...


Itu adalah aku..


Tubuhku terbaring di lantai.
Previous Post
Next Post

post written by:

2 komentar:

  1. bagus,tapi seharusnya jangan ada kata saya karena kebanyakan di cerita itu kata yang digunakan adalah aku

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Silahkan sampaikan saran, kritik dan komentar anda terhadap postingan dan blog ini. Satu kata anda sangat berarti bagi kemajuan blog ini