Senin, 28 November 2016

GameBoy adalah sebuah kisah sedih dan mengerikan tentang seorang anak muda yang pergi ke rumah sakit tempat ia bertemu seorang gadis muda yang sakit-sakitan. Twist ending yang halus, tetapi mengerikan.

Cerita Horor, Creepypasta, Riddle - GameBoy

Saya masih ingat bermain Saga2 di GameBoy ketika saya masih muda. Di Amerika dan Eropa, mereka menyebutnya pertempuran Legend Fantasy 2. Itu benar-benar permainan yang menyenangkan dan saya berusaha menyelesaikan permainannya. Namun, sesuatu terjadi ketika saya berusia sepuluh tahun yang menyebabkan saya untuk berhenti bermain permainan itu.

Saya mengalami patah kaki ketika pertandingan sepak bola, jadi saya harus menghabiskan tiga hari di rumah sakit. Ada tiga pasien lain yang berbagi kamar yang sama di rumah sakit dengan saya. Seseorang lelaki tua, seorang wanita tua, dan seorang gadis muda yang usianya hampir sama dengan saya.

Aku berbaring diatas ranjang dingin dan tidak nyaman rumah sakit, pikiran saya mulai bosan. Tidak ada yang bisa saya lakukan. Untungnya, ketika ibu saya datang untuk berkunjung, dia membawakan saya GameBoy untuk menghibur saya. Gadis muda di sebelah tempat tidurku sangat pucat dan sakit-sakitan. Dia memiliki lingkaran hitam di bawah mata.

Malam itu, ibu gadis itu datang untuk mengunjungi anaknya. Dia membawa beberapa minuman dan makanan ringan untuk gadis itu. Saya mendengar dia berbicara dengan salah satu perawat dan, dari apa yang saya bisa simpulkan, dokter tidak tahu apa yang salah dengan gadis itu. Dia memiliki jenis penyakit misterius yang tidak bisa diidentifikasi oleh dokter dan mereka masih melakukan tes. Saya menghabiskan sebagian besar waktu saya bermain Fantasy Legend 2 di GameBoy saya.

Pada suatu ketika, saya sedang bermain GameBoy ketika melirik ke sebelahku dan melihat gadis itu menatapku. Matanya sangat menyedihkan. Ketika dia melihat saya menatapnya, pipinya menjadi merah.

"Apakah kau ingin bermain?" Saya bertanya sambil menyodorkan GameBoy kepadanya. "Kau bisa meminjam jika kau mau."

Mata gadis itu menyala, dan dia tersenyum." OK, saya mau," katanya.

"Ngomong-ngomong, Namaku Ronald," ucap ku memperkenalkan diri.

"Saya Jessica," jawabnya.

Saya tidak bisa bangkit dari tempat tidur, tapi saya berhasil melemparkan GameBoy ke atas tempat tidurnya. Dia tidak mengerti cara bermainnya jadi saya harus mengajarinya cara bermain. Selama beberapa hari, kami menjadi sangat bersahabat. Waktu terasa berjalan cepat ketika kita berbicara tentang sekolah, film-film yang kami berdua suka dan band-band favorit kami. Sebelum saya menyadarinya, waktunya telah tiba bagi saya untuk pulang ke rumah.

Orang tua saya tiba dan membantu saya naik ke kursi roda. Ketika kami pergi, saya melihat Jessica menangis.

"Jangan sedih," saya berusaha menenangkannya. "Segera setelah saya bisa berjalan lagi, saya akan datang kembali dan mengunjungimu."

Wajahnya tampak cerah. "Kau berjanji?" Dia bertanya kepadaku.

"Saya janji,"

Saya menyerahkan kepadanya GameBoy milikku. "Sambil menunggu aku kembali, kau bisa bermain dengan ini."

Seminggu kemudian, kondisiku membaik dan bisa berjalan diatas kruk dan saya memutuskan untuk kembali ke rumah sakit untuk mengunjungi Jessica. Orang tua saya mengantarku ke rumah sakit, tapi ketika saya sampai di kamar rumah sakit, tiada tanda-tanda kehadirannya. Orang tua dan wanita tua itu masih ada, tetapi tempat tidur Jessica kosong. Namanya bahkan tidak ada papan nama pasien di pintu.

"Mungkin dia telah sembuh dan sudah pulang,"pikirku. Saya pergi ke meja perawat dan menanyakan kepada mereka apa yang terjadi kepada Jessica.

"Saya minta maaf, Jessica sudah pergi," kata perawat.

"Pergi kemana?" Tanyaku.

Air mata turun dari matanya. "Dia telah pergi untuk selama-lamanya..."

Saya mungkin masih muda, tapi saya tidak bodoh. Saya mengerti apa yang perawat itu maksud. Saya tertegun. Jessica sudah mati. Saya hanya berdiri di sana, tidak mampu bergerak.

"Sebelum dia pergi, dia menitipkan ini kepada saya..." kata perawat itu.

Dia mengulurkan GameBoy milikku yang saya pinjamkan kepada Jessica. Saya mengambil GameBoy itu tanpa mengucapkan kata-kata. Kemudian, dengan hati yang penuh dengan kesedihan, saya pulang ke rumah dengan tertatih-tatih dengan kruk di tangan saya.

Malam itu, saya tidak memiliki nafsu untuk makan apapun. Saya hanya berbaring di kamarku dengan lampu mati, berpikir tentang Jessica.

Hatiku sakit.

Setelah beberapa saat, saya melihat GameBoy, tapi saya terlalu sedih untuk memainkannya. Permainan itu mengingatkan saya kepadanya. Kemudian, saya membuka permainan itu dan menyadari bahwa nama-nama para pemain telah berubah...

Cerita Horor, Creepypasta, Riddle - GameBoy
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar:

Silahkan sampaikan saran, kritik dan komentar anda terhadap postingan dan blog ini. Satu kata anda sangat berarti bagi kemajuan blog ini