Sabtu, 16 Mei 2020

Cerita Kisah Horor Nyata dari Indonesia - Boneka Badut Terkutuk

Boneka Badut Terkutuk adalah cerita horor/kisah horor nyata dari Indonesia tentang seseorang yang memiliki pengalaman mengerikan dengan sebuah boneka badut yang mengerikan. Nama dalam cerita ini adalah nama samaran.


Namaku Aditya, Hari ini adalah tanggal 20 Oktober dan hari ini adalah ulang tahunku. Pagi ini, Ibu membangunkanku untuk sarapan. Aku berjalan dari kamarku yang berada di lantai dua dan menuruni tangga. Ibu, Ayah dan Kakakku sudah ada di meja makan. Mereka menyambutku dan mengucapkan selamat ulang tahun padaku. Aku sangat senang karena semua anggota keluargaku ingat bahwa hari ini adalah hari ulang tahunku.

Setelah sarapan, aku membantu mereka menyiapkan dekorasi ulang tahunku di ruang keluarga. Semua teman-temanku akan datang beberapa jam lagi untuk merayakan pesta ulang tahunku. Ibuku membuatkan kue ulang tahun yang besar dan cantik dihiasi dengan lilin berwarna-warni. Aku dan kakakku menghiasi ruangan dengan balon dan kertas hiasan beraneka warna. Sedangkan ayahku menelepon badut ulang tahun yang akan menghiburku dan teman-temanku nanti.

Setelah beberapa jam, teman-temanku mulai berdatangan. Mereka mengucapkan selamat ulang tahun padaku dan memberikan berbagai macam kado. Setelah semua temanku berkumpul di ruangan, kami menyanyikan lagu 'Selamat Ulang Tahun' dan memotong kue. Aku sangat senang, hari ini adalah hari yang paling sempurna dalam hidupku.

Sayangnya, itu tidak berlangsung lama. Badut ulang tahun yang di pesan ayahku akhirnya tiba. Badut itu masuk ke dalam ruangan dan mulai menyapa teman-temanku. Namun, beberapa temanku ketakutan melihat badut itu. Ada yang menangis, bahkan ada yang memilih untuk pergi pulang karena ketakutan.

Badut itu memiliki postur tubuh yang aneh. Badannya pendek dan gemuk dan punggungnya bongkok condong ke depan. Raut wajahnya menakutkan dengan senyuman lebar dan riasan wajah yang mengerikan. Ketika tersenyum, mulutnya terbuka menampilkan deretan taring gigi yang tajam. Di balik topi badutnya, aku melihat kepala badut itu botak, tidak memiliki sehelai rambut sama sekali.

Ayahku mencoba menenangkan teman-temanku tapi mereka tetap berteriak ketakutan. Akhirnya, ayahku memutuskan untuk mengusir badut mengerikan itu.

"Baiklah, aku akan pergi," kata badut mengerikan itu.

"Tapi, berikan aku kesempatan untuk memberikan hadiah kepada anak lucu yang berulang tahun ini," ujar badut itu sambil menyerahkan sebuah bingkisan kado kepadaku.

Aku enggan menerimanya, tetapi ayahku memaksaku agar badut itu cepat pergi. Akhirnya aku menerima kado dari badut itu.

"Jaga baik-baik pemberianku ya, anak muda!" pesan badut itu sambil menyeringai mengerikan. Badut itu akhirnya pergi.

Setelah pesta ulang tahunku usai, aku pergi ke kamarku untuk membuka kado-kado yang diberikan oleh teman-temanku. Aku mendapatkan berbagai macam barang yang aku sukai. Mulai dari robot mainan, berbagai alat sekolah dan sepatu yang sudah lama aku idamkan.

Hampir semua kado sudah aku buka. Aku menatap sebuah bingkisan terakhir di tumpukan paling bawah yang belum aku buka. Itu adalah kado yang diberikan oleh badut itu. Aku ragu untuk membukanya, ada perasaan ngeri dengan apa yang mungkin ada di dalamnya. Tetapi karena penasaran, akhirnya aku membuka kado itu.

Aku membuka kertas pembungkus kado itu dan terkejut ngeri. Di dalam kado itu ada boneka tua paling menjijikkan yang pernah aku lihat. Boneka itu kotor, usang, kepalanya benar-benar botak dan kulitnya yang terbuat dari porselen sudah retak-retak karena sudah tua. Tetapi yang terburuk dari semuanya adalah giginya. Giginya panjang, lancip, tajam dan menjijikan. Sama persis seperti gigi badut yang mengerikan itu.

Karena ketakutan, aku mengambil boneka itu dan melemparkannya ke sudut ruangan. Waktu malam hari, aku memberitahu ayahku tentang boneka itu.

Aku mengusulkan kepada ayahku untuk membuang boneka itu. Tetapi ayahku tidak setuju.

"Apa kau tidak ingat pesan terakhir yang disampaikan badut itu? Dia menyuruhmu untuk menjaga baik-baik boneka itu. Mungkin itu adalah boneka yang terkutuk. Jika kau membuangnya, akan terjadi hal yang buruk kepadamu."

Aku tidak mau menyimpan boneka itu. Tapi aku juga takut jika ucapan ayahku memang benar. Jadi, Aku memasukkan boneka itu ke dalam kotak kecil di bawah tangga, sehingga aku tidak perlu melihat boneka kecil yang jelek itu.

Malam itu, aku terbangun dari tidurku karena mimpi buruk. Aku tidak ingat tentang detail mimpinya. Ketika Aku berbaring di tempat tidur, mencoba untuk mengusir pikiran tentang mimpi buruk itu, aku mendengar suara langkah kaki kecil berasal dari tangga di depan kamarku yang ada di lantai dua ini.

Sekarang aku gemetaran di tempat tidurku dengan ketakutan, tidak mampu bergerak. Aku menarik sebuah selimut dan menutupi badanku dengan selimut itu. Langkah kecil kaki itu terus berbunyi dari arah tangga. Aku ingin keluar dari kamarku dan mengecek suara itu, tapi aku tidak berani.

Setelah beberapa langkah, suara langkah kaki itu berhenti.

Lalu aku mendengar seseorang berkata, "Aku di anak tangga pertama."

Aku sangat ketakutan hingga aku tidak bisa tidur sedikitpun pada malam itu. Tetapi aku tetap berbaring ketakutan di kamarku sampai fajar menyingsing. Ketika ibuku membangunkanku untuk sekolah, aku mencoba menjelaskan kepada ibuku tentang apa yang terjadi pada malam itu, tetapi ibuku tidak percaya dan menganggapnya sebagai 'mimpi buruk' saja.

Aku memohon pada orangtuaku untuk membuang boneka itu ke tempat sampah, tetapi mereka bersikeras bahwa aku harus menyimpannya. Ayahku memeriksa lemari di bawah tangga, dimana aku meletakan boneka terkutuk itu, dan boneka itu masih persis ada di tempatnya. Jadi Aku meyakinkan diriku sendiri bahwa itu semua hanya mimpi.

Malam itu, Aku berjuang untuk tidur, tetapi bayang-bayang mimpi itu selalu menghantuiku. Hingga pukul 12 malam, aku tetap terbangun. Aku menyalakan lampu kamarku dan suara itu terdengar kembali. Suara seperti sebuah langkah kaki yang samar. Langkah kaki itu begitu cepat dan membuatku meringkuk di sudut kamarku.

Lalu suara muncul dari arah tangga.

“Adddiiiiiitttttttt! Aku sudah di anak tangga kelima...",

Aku menangis ketakutan sekarang, dan lagi-lagi aku tidak bisa tidur malam itu. Di sekolah, Aku memberi tahu teman-temanku tentang boneka itu, dan tentu saja mereka menertawakanku. Aku hanya bisa berpikir bahwa jika boneka itu memanjat empat anak tangga sekaligus, maka hanya ada satu malam lagi yang tersisa.

Malam itu Aku memutuskan untuk mengunci pintu kamarku. Ketika ibuku berniat mematikan lampu di lorong di depan kamarku dan tangga, aku menyuruhnya untuk tetap menyalakan lampu itu.

Aku sedikit tenang karena semua lampu menyala. Dan aku sangat lelah karena sudah dua hari aku tidak tidur. Tidak beberapa lama, aku tertidur dengan lelap.

Pukul 12 malam, aku terbangun kembali dengan mimpi buruk yang sama. Kali ini aku ingat tentang mimpi itu. Di dalam mimpiku aku sedang merayakan ulang tahun ketika seorang badut yang menyeramkan datang. Badut itu mirip sekali dengan badut yang pernah datang ke pesta ulang tahunku sebelumnya. Dalam mimpiku, badut itu mengejar teman-temanku dan membunuhnya satu persatu. Aku terbangun dengan keringat dingin mengalir di dahiku. Aku menggigil ketakutan.

Lalu tidak berapa lama, aku mendengar suara itu lagi. Suara langkah kaki kecil yang samar. Kali ini langkah kakinya cepat sekali dan semakin lama semakin jelas.

Dan kemudian suara itu datang, sangat jelas kali ini. “Adddiiiiiitttttttt! Aku sudah ada di tangga teratas..."

Aku berteriak ketakutan. Tanpa pikir panjang, aku berlari dan mengunci diriku di dalam lemari baju. Aku memberanikan diri untuk mengintip dari lubang kunci. Dalam kegelapan kamar, Aku mendengar bunyi klik dan gemetar ketakutan. Aku yakin, aku pikir seseorang telah membuka pintu kamar dengan sangat pelan.

Aku melihat sosok seseorang di balik pintuku yang terbuka. Dari bayangannya, aku melihat sosok itu berbadan gemuk, pendek dan berjalan bongkok. Ketika cahaya bulan menerangi kamar, aku dapat melihat siapa sosok itu sebenarnya.

Itu adalah badut yang memberikanku boneka itu.

"Adit, dimana kau? Aku tahu kau ada disini. Aku hanya ingin bermain denganmu anak manis. Apa kau ingin bermain petak umpat denganku?"

Aku masih mengunci diriku di dalam lemari. Tanpa sadar aku menangis karena ketakutan. Aku menutup mulutku agar tidak menimbulkan suara. Aku terus berdoa dalam hati agar badut itu cepat pergi.

Tiba-tiba, sesuatu menghantam pintu lemari dengan sangat keras. Membuatku sangat terkejut dan menangis lebih keras.

"Adit, aku akhirnya menemukanku! Petak umpat ini sudah berakhir."

Aku berteriak, "Tidak.. Aku mohon jangan sakiti aku..!"

Hantaman demi hantaman terus di layangkan ke pintu lemari itu. Hantaman itu begitu keras hingga hampir membuat pintu itu melayang terbuka.

BRAK!

Pintu itu terlepas dari engsel dan melayang terbuka. Didepanku terpampang sosok badut itu dengan senyuman yang mengerikan, menampakan giginya yang mengerikan.

"Aku tidak akan menyakitimu, anak manis. Aku hanya ingin bermain denganmu."

Aku berteriak dengan keras. Karena ketakutan, aku jatuh pingsan.

Paginya, aku terbangun karena teriakan ibu memanggil namaku.

"Aditya! Anakku! Ada dimana kamu?" panggil ibuku.

Aku terbangun dan terkejut bahwa aku masih hidup. Aku terbangun di dalam lemari. Di sekelilingku ada banyak baju dan celanaku. Aku mencoba membuka lemari dan memanggil ibuku.

"Ibu aku ada disini! Aku ada di dalam lemari! Aku terkunci di sini!"

Ibuku membuka lemari dan langsung memelukku.

"Ya ampun, Adit! Kenapa kamu bisa ada di sini? Kenapa kamu tertidur di lemari? Kau membuat ibu sangat khawatir, nak. Aku kira kamu pergi dari rumah."

Aku memeluk ibuku sambil menangis. Aku tidak tahu kenapa aku masih hidup, tapi aku sangat bersyukur masih dapat melihat ibuku sekarang.

"Apa yang kau pegang itu nak?" tanya ibuku kepadaku.

Ketika aku melihat ke tangan kananku. Aku sangat terkejut melihat boneka itu ada di dalam genggamanku. Aku langsung melemparkannya ke sudut ruangan kamarku.

Tanpa sadar, aku tertidur di dalam lemari sambil memeluk boneka terkutuk itu sepanjang malam.
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar:

Silahkan sampaikan saran, kritik dan komentar anda terhadap postingan dan blog ini. Satu kata anda sangat berarti bagi kemajuan blog ini