'Namaku Tommy' atau 'My Name is Tommy' adalah sebuah riddle horor singkat yang menceritakan tentang seorang anak yang mengalami kejadian aneh dengan keluarganya. Tebak apa makna tersembunyi dibalik cerita ini untuk mengetahui dimana letak keseramannya.
Namaku Tommy dan aku tinggal di rumah sederhana dengan orang tua yang menyayangiku dan adik perempuan yang manis. Segalanya tampak baik-baik saja, sampai suatu hari sesuatu yang sangat aneh terjadi.
Aku pulang dari sekolah dan ketika aku berjalan ke ruang tamu, aku melihat sesuatu yang menggangguku. Ibu dan ayahku duduk di sofa, tersenyum dan menatap TV. Yang aneh adalah TV itu tidak menyala, namun mereka menatapnya dengan saksama. Mereka berdua berbalik untuk menatapku dan serentak berkata, "Halo Timmy".
Aku sangat terkejut.
Namaku Tommy. Bukan Timmy.
Bagaimana mungkin orang tuaku sendiri memanggilku dengan nama yang salah?
"Apakah semua baik-baik saja?" Tanyaku gugup.
"Semuanya baik-baik saja, Timmy," jawab ayahku.
Mereka berdua tersenyum menyeramkan dengan lebar. Aku memutuskan untuk naik ke atas untuk berbicara dengan adik perempuanku. Ketika aku masuk ke kamarnya, dia sedang berbaring di tempat tidurnya, menatap langit-langit dengan tatapan kosong.
"Apakah kamu menyadari ada sesuatu yang aneh dengan ayah dan ibu?" tanyaku kepadanya.
Dia tersenyum kepadaku dengan senyuman lebar yang sama seperti ayah dan ibu. Lalu ia berkata, “Tidak, Timmy. Ayah dan Ibu baik-baik saja”.
Bulu kudukku berdiri. Aku berkeringat dingin.
Namaku Tommy! Bukan Timmy!
Tanpa sepatah kata pun, aku mundur keluar dari ruangan. Dia masih tersenyum padaku ketika aku menutup pintu. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku tidak bisa menghilangkan kecurigaan bahwa ada sesuatu yang salah dengan seluruh keluarga aku. Aku pergi ke kamar aku dan mencoba berpikir.
Aku mendengar ibuku menaiki tangga. Dia pergi ke kamarnya dan menutup pintu. aku memutuskan untuk memata-matai dia, jadi aku pergi ke lorong dan mengintip melalui lubang kuncinya. Apa yang aku lihat membuat aku takut.
Ibuku berganti pakaian. Dia berdiri membelakangi aku dan aku segera melihat sesuatu yang sangat mengejutkan. Kulitnya sangat pucat dan ada resleting yang membentang di punggungnya.
Aku hampir berteriak. Seseorang telah menyamar menjadi ibuku. Makhluk apa pun itu, itu bukan ibuku.
Saat itulah kepanikan mulai muncul. Aku berlari menuruni tangga dan keluar dari pintu depan. Ketika aku berlari menyusuri teras depan, aku melihat ke belakang dan melihat ayahku di pintu depan. Dia merangkak, menggeram seperti binatang melolong dan mengejarku, seperti iblis yang mengamuk.
Sejak saat itu aku hidup menjadi gelandangan. Tidak punya tempat tinggal ataupun makanan. Aku terus berlari, berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk menghindar dari sosok mengerikan yang telah merenggut semua keluargaku. Untuk sekedar makan dan minum, aku harus mengemis di jalan.
Aku mencoba pergi ke polisi, tetapi mereka tidak akan mempercayaiku. Mereka mengatakan aku melarikan diri dan mencoba membawaku kembali ke orang tuaku.
Aku lelah berlari. Aku yakin 'sesuatu' telah membunuh keluargaku yang sebenarnya. Tetapi siapa 'mereka' ini? Apa yang mereka lakukan dengan keluargaku yang sebenarnya?
Malam ini hujan lebat. Aku menepi untuk mencari tempat berteduh di depan suatu rumah. Nampaknya pemilik rumah itu tahu akan keberadaanku, dia menyuruhku masuk ke dalam rumah untuk berteduh.
Pemilik rumah itu adalah sebuah keluarga yang sangat baik. Mereka memberikanku makan dan minum. Ketika aku menceritakan apa yang terjadi padaku dan keluargaku, mereka merasa kasihan kepadaku dan menyuruhku untuk tinggal bersama mereka.
Mereka adalah keluarga yang cocok menjadi "tempat" baruku.
"Siapa namamu nak?" tanya mereka.
Aku tersenyum dengan sangat lebar.
"Nama aku Timmy."

0 komentar:
Silahkan sampaikan saran, kritik dan komentar anda terhadap postingan dan blog ini. Satu kata anda sangat berarti bagi kemajuan blog ini