Earwig adalah kisah menyeramkan tentang seorang pria yang gagal menggoda istri temannya. Hingga membuatnya nekat melakukan hal yang keji.
Bertahun-tahun yang lalu, di Borneo, ada seorang pria Inggris bernama Alex yang masih muda, tampan namun sangat sombong. Dia menganggap dirinya sebagai penakluk wanita dan sering membual tentang kesuksesannya.
Alex adalah pemilik perkebunan tembakau. Temannya serta rekan bisnisnya bernama Robin. Meskipun sudah tua, Robin memiliki seorang istri yang sangat muda dan sangat cantik, membuat setiap laki-laki iri padanya.
Mereka bertiga tinggal bersama di sebuah rumah besar di perkebunan. tidur di kamar pertama, sementara Robin dan istrinya tidur di kamar kedua.
Saat itu musim hujan dan tidak banyak yang bisa dilakukan. Alex bosan dan dia tidak bisa menemukan apa pun yang akan membuatnya tetap terhibur. Seiring berjalannya waktu, Alex mulai memiliki hasrat kepada istri Robin dan mulai berharap bahwa ia dapat memilikinya.
Alex mencoba menggodanya, tetapi istri Robin tidak memiliki hasrat kepada Alex. Suatu malam, ketika suaminya pergi, Alex merayunya kembali. Karena kesal, istri Robin menampar wajahnya.
Namun, Alex adalah tipe pria yang keras kepala. Setiap kali dia menolaknya, dia menjadi semakin terobsesi padanya sampai dia bertekad untuk memilikinya dengan apapun taruhannya.
Meskipun hatinya terbakar dengan gairah, Alex memiliki pikiran jahat dan licik. Dia memiliki rencana untuk melenyapkan Robin. Dengan begitu, istrinya akan menjadi miliknya.
Di daerah Borneo, ada sejenis serangga bernama earwig yang hidup di getah pohon lilin. Serangga itu memiliki kesukaan khusus pada telinga manusia. Serangga itu sangat kecil dan ringan sehingga bisa merangkak di wajah manusia dan nyaris tidak terasa. Jika itu masuk ke telinga seseorang, serangga itu akan merayap masuk ke lubang telinga, memakan rongga telinga manusia dan menyebabkan sakit yang sangat luar biasa.
Alex membayar dua orang dan memerintahkan mereka untuk masuk ke kamar tidur Robin di tengah malam dan meletakkan earwig di bantalnya.
Pagi berikutnya, ketika Alex turun untuk sarapan, Robin tampak sehat, seperti tidak ada yang salah. Alex memperhatikan pria tua itu dengan cermat, mencari tanda-tanda ketidaknyamanan.
Beberapa saat kemudian, Alex merasakan sensasi geli yang aneh di telinganya sendiri. Ketika dia menusukkan jarinya ke telinganya, dia menemukan bahwa telinganya berdarah. Melompat dari meja dengan ekspresi ngeri di wajahnya, dia menjerit, "Serangga itu ada di telingaku!"
Tampaknya orang-orang yang Alex bayar telah melakukan kesalahan besar dan pada malam hari mereka pergi ke kamar yang salah dan menempatkan earwig di telinganya.
Itu adalah awal dari rasa sakit dan penderitaan yang tak terbayangkan. Tidak ada yang bisa dokter lakukan untuknya. Alex berbaring di kamarnya, tangannya diikat ke tempat tidur untuk mencegahnya merobek telinganya sendiri.
Siang dan malam, Alex menggeliat dan menjerit ketika sang earwig merangkak lebih jauh menggerogoti rongga telinganya dan masuk lebih dalam ke kepalanya, perlahan-lahan membuatnya gila.
Rasa sakitnya begitu tak tertahankan sehingga dikuliti hidup-hidup, dibakar di tiang, diletakkan di rak atau bahkan digantung di leher akan menjadi tindakan belas kasihan. Setiap kali dokter datang menemuinya, Alex memohon kepadanya untuk mengakhiri hidupnya.
Beberapa hari setelahnya, di malam jumat. Alex kembali berteriak dan menjerit kesakitan. Dokter berlari ke kamarnya ketika mendapati bahwa Alex sudah meninggal di kamarnya.
Kondisinya mengenaskan. Bola matanya terbalik hingga tersisa warna putih saja menahan kesakitan yang luar biasa. Serangga itu keluar dari lubang telinga Alex yang lain. Tampaknya serangga itu merangkak dan memakan rongga telinganya terus menerus, semakin dalam hingga menembus ke telinga di sebelahnya.
Tetapi bukan hanya itu. Yang paling mengerikan adalah ratusan serangga earwig kecil keluar bersamaan dengan sebuah earwig induk yang besar.
Tanpa di sangka, earwig yang masuk ke dalam telinga Alex adalah earwig betina.
Earwig itu bertelur dan menetaskan ratusan ekor serangga yang terus menggerogoti telinga Alex hingga membuatnya mati dalam kesakitan.

0 komentar:
Silahkan sampaikan saran, kritik dan komentar anda terhadap postingan dan blog ini. Satu kata anda sangat berarti bagi kemajuan blog ini